Sabtu, 10 Januari 2026

aku sangat suka cuaca dan nuansa ini. mendung pekat, tidak ada terik matahari pukul dua siang. di dalam ruangan yang lampunya tak nyala ini, suasana menjadi abu-abu. tenang. sendu. 

di balik jendela tak berkaca, aku melihat rintik derasnya jatuh teratur dari susunan atap. rapi sekali. ritmis. syahdu suara jatuhnya. 

sesuatu hal yang paling kusenangi. 

HUJAN. 
HUJAN.
HUJAN.

Januari, 2026

Rabu, 12 November 2025

mendengar kabar serupa--ketika ibu dan ayahku berpulang, adalah hal menakutkan. seperti malam ini, tubuhku gemetar--dan masih bergetar saat menuliskannya di sini. 
kesedihan itu datang lagi.
gambar masa lalu itu muncul lagi.
hati yang sakit.
airmata yang tidak dapat dibendung lagi.

tapi ini tentang sahabatku.
yang baik, yang selalu berpura-pura tegar, yang kuharap ia akan jauh lebih tabah.
membayangkan posisinya. ditinggalkan tanpa pesan, tanpa ucapan, tanpa sepatah kata. bahkan tidak menemani saat-saat terakhirnya. seberantakan apa isi kepalanya. serumit apa isi hatinya. inginkah dia berteriak?
Tuhan melindunginya. aku adalah saksi bahwa ayahnya adalah orang yang baik. sangat baik. 
Tuhan hadirkan ketabahan dan kekuatan pada sahabatku dan keluarganya. 
aamiin ya Rabbal Alaamiin.

doa-doa terbang ke langit.
semesta hening, mengantar kepergian.

Sabtu, 25 Oktober 2025

tetiba suasana menjadi abu-abu
langit menggiring kelabu
tidak lagi memancar sinar itu
bergumul dengan rindu
aku....termenung di beranda
ditemani anak-anak kucingku 
yang tidak berhenti berisik

entah apa yang kutunggu
tapi aku merasa selalu akan
ada yang datang.

dari jarak yang jauh akan terlipat
dari pandang yang tak lagi nampak
akan menghanyutkanku dalam dekap tatap
dari keheningan yang nyaring
akan kudengar lagi suara paling rindu itu

entah apakah aku benar-benar menunggunya
atau hanya harapan yang akan segera reda
atau seperti penghujan yang bertahan 
cukup lama?

///

langit menuliskan kerinduannya
telah lama terpendam, tersimpan
di balik terik yang panjang
langit akan menebus rindunya
ia akan menyampaikan dengan lantang
pada semesta, tidak ada yang hilang,
semua masih sama.

sama rindunya.
sama cintanya.

magetan, oktober 2025

sepasang mata itu lagi
suara berat itu lagi
tawa riang itu lagi
....tapi tidak pernah kutemukan tangisnya
....tapi tidak pernah kudengar keluh kesahnya

matahari tak cukup terang hari ini
selebihnya menggayut mendung
bersiap ingatan kan turun
jatuh, membasuh hingga basah
sekujur kenangan.

haruskah mulai kulalui kembali?
yang bertahun-tahun kutinggalkan
tak berani menjajaki jejaknya.

perasaan berdebar dan tangis tertahan
bernama ketakutan
mengejarku setiap kali sudah sampai
di ambang pintu
dan buru-buru kututup kembali

tapi.... kudengar kita harus punya keberanian
jika ingin terselamatkan 
jika ingin terbebas
jika ingin hidup lebih lama

dan di mana kah dia?
keberanian itu?
beranikah aku mengakuinya?
beranikah jujur pada diri sendiri?
beranikah menghadapinya?

//

yang ada gelap
ketika mata terpejam
yang ada kilas balik
ketika ingatan terpejam

o.... begitu liar isi kepala
mengular ke segala arah
ke sembarang waktu
yang tak ingin kutempuh

o.... begitu dalam rasa
menenggelamkan diri 
pada pekatnya cerita 

tak ingin lagi kembali,
tapi selalu berakhir
lari kepadanya.

mengurai kembali rahasia semesta
yang belum juga kusingkap 
apa maksudnya
cerita, tidak hanya sekadar cerita bukan?
mengapa direncanakan?
mengapa dituliskan?
mengapa harus sampai ke perasaan?
mengapa tidak juga hilang?

misteri yang masih tertinggal.

magetan, oktober 2025

Senin, 24 Februari 2025

HOW TO BE RELAX WITH A CUP OF TEA

How to be relax?
Bikin teh hangat. Biar bisa tidur nyenyak. Pernah dengar? Aku sering mendengarnya saat menonton drama Korea. Seseorang yang memiliki gangguan tidur, kesulitan untuk tidur disarankan untuk minum teh hangat. Kali ini aku melakukannya, menyeduhnya tanpa gula--seperti biasa.

Tapi tidak cukup teh saja. Aku perlu asupan yang manis-manis. Seperti pia ini. Aku juga perlu memberi makan kepalaku agar terlatih dan tidak lagi memikirkan hal-hal yang memang tidak sanggup aku tempuh. 

Intinya, pada hari ini, aku berserah. Kepalaku sudah cukup banyak angan, rencana dan lain hal. Aku berhenti. Aku berserah. Memohon petunjuk-Nya. Mana yang terbaik, mana pintu yang harus kubuka.

Selamat malam. Hidup adalah penderitaan. Tapi selama ada Tuhan, akan selalu ada kemudahan.

Sabtu, 22 Februari 2025

BEYOND BOUNDARIES

Hari ini, aku membaca sebuah buku self improvement berjudul BEYOND BOUNDARIES dari Farah AS. Menetapkan batasan sehat dalam hidup.
Membuka lembar awal, aku dibuat mengangguk. Iya, ya. Wah, iya. Bener banget lagi. Wah. Dan menangis. Tidak lupa, menangis. Padahal buku self improvement tapi kok bikin nangis?
Karena kalimat-kalimat magisnya memang aku rasakan. Aku mengiyakan karena itu yang aku alami. Semua hal dalam buku ini. Aku tidak pernah menerapkan batasan. Aku tidak bisa mengatakan 'tidak' meski hati kecilku sebenarnya malas dan menolak. Aku berusaha menyenangkan semua orang meski aku merasa tidak nyaman dengannya. Aku membiarkan batasan dalam diriku lenyap. Dan yang tersisa hanya luka, stres, perasaan tak bernama, sakit, sedih. Aku tidak pernah menemukan apa maunya diri sendiri. Aku selalu bertanya kenapa aku bisa begini, begitu. Kenapa aku selalu kelelahan? 
Aku tidak pernah punya batasan. Dan untuk itu komunikasi menjadi hal utama. Berani mengutarakan, berani berinteraksi dan membicarakan. Sayangnya, aku belum punya kemampuan itu. Aku lebih banyak diam, memendam. Aku takut. Aku takut jika bicaraku menyakiti, aku takut penolakan, aku takut dihakimi.
Benar sekali. Aku menangis saat membaca isinya yang magis. Iya, aku memerlukan semua ini. Semua yang ada dalam isi buku ini.
Aku menangis sekali lagi. Dan lagi. Dan lagi. Aku merenung. Menghela napas panjang. Dan menangis.
Batasan. Aku harus mulai menetapkan batasan. Karena aku tidak mau seperti ini selamanya. Ada belenggu yang harus kulepaskan. Dan semua itu harus ada batasan. Benar.

Buku ini sangat bermanfaat. Terutama jika kamu sulit untuk menolak hal-hal yang sebenarnya tidak kamu inginkan. Batasan pada diri tidaklah egois, itu adalah bentu menghargai diri, mencintai diri. Hidup yang sudah terluka, hidup yang penuh tekanan, mau sampai kapan kamu akan bertahan di dalamnya dengan kecemasan dan tanpa perubahan?

Jumat, 14 Februari 2025


Bunga-bunga indahku