Kamis, 19 Agustus 2021

Segala Tanya


Bagaimana bisa semua akan baik-baik saja setelah kehilangan? Bagaimana air mata tetap rapi tersimpan setelah kejadian-kejadian menyakitkan? Bagaimana ia bertahan?
Bisakah kau menjawabnya? Bisakah kau menjadi penawar obatnya?

Pertanyaan demi pertanyaan itu belum pernah terjawab. Ia hanya berpura-pura melewati semua dengan sempurna. Bahkan tak ada seorangpun melihatnya tampak terluka. Siapapun yang mengenal akan merasa, ia amat bahagia. Hatinya senantiasa berbunga-bunga, senyum dan tawa lekat dalam hari-harinya.

Tapi.... Mereka hanya tahu sisi luarnya. Ia.... Sangatlah tak terbaca.

Maka, aku menulis ini, agar mereka tahu betapa ia sedang rapuh dan menyembunyikan bunyi gemuruh di dada. Aku ingin mereka tahu, ia hanya perlu dimengerti dan tak usah dijejali sana-sini, diberi pilihan ini dan itu. Tak perlu.... Karena mereka tak tahu rasanya menjadi ia.

Kemarin ia menangis, hari ini pun masih dan besok.... Ia selalu berharap untuk tidak mengulang kesedihan. Meski harapan itu seringkali gagal. 

Kau. Bagaimana perasaanmu? Apakah jauh lebih baik setelah pergi? Apakah sudah tenang setelah meninggalkannya? Sudahkah kau menemukan pengganti? 

Kau. Pernahkah memikirkannya? Sekali saja, pernahkah menyebut namanya dalam doa usai kepergianmu yang tergesa? 

Ia selalu ingin tahu jawabnya. Tapi kau tak pernah bersuara. Maka, ia berserah pada takdir yang Maha Tahu Segala-gala.

Tidak ada komentar: