Rabu, 20 November 2019

HARI YANG TERLAMBAT

:Yuri

Mataku melewatkan segalanya
satu hari tanpa cahaya
gelap, tak menahu arah menujumu

Jika kau bertanya, mengapa bisa terjadi
maka tak ada jawabku selain sesal
yang kusesakkan di dada, disertai
gemetar di syaraf-syaraf mata
buatku ingin muntap, namun
tertahan oleh isak

Jarak ini, tak bisa buatku leluasa
menenangkan gelisah. Andai saja
di dekatmu, akan kutemukan dekap
akan kudengar lagi degup jantungmu
yang bernyanyi sendu

Lalu, berandai-andai adalah keahlianku
men-jika-jika-jan keadaan, tak tahu siapa
harus dipersalahkan!

Satu hari cukup menyakitkanmu, barangkali
karena tak ada kecup puisi bagi bibir aksaramu
yang selalu merindu bait-bait berlagu

Kekasih, izinkan aku menebus
hari yang terlambat kutemui
dengan seribu cahaya menyala
di gulita gundahmu

Kharisma
Magetan, November 2019

KITA

Yang berlalu biarlah waktu
jangan rindumu

Sebab telah kita kekalkan cerita
agar ia bersaksi di kemudian hari
bahwa kita pernah hadir
di sebuah lubuk yang sepi

Betapa tawa tangis pernah singgah
bertamu sebentar-sebentar
barangkali tak ada yang betah dengan kita
entah mengapa...

Suatu masa nanti, aku ingin
kau kembali ke jalan-jalan ingatan
menyusur kembali lajur dan kelokan
tidak untuk apa-apa, hanya supaya
kau tak lupa bahwa kita pernah satu kata.

Magetan, 2019

Jumat, 04 Oktober 2019

Sepimu, Apakah Membutuhkanku?

Sekali saja, marahlah kepadaku seperti kau memaki angin yang menerbangkan rindu kita sampai jauh. Membikin jarak kian terentang antara dadaku dan sepimu.

Sepiku, barangkali hanya memerlukan dadamu yang tenang itu. Di sana, akan kurebahkan tubuhku yang menggigil demi mencium hangat napasmu. Dan kudengar sajak-sajakmu lagi setelah bertahun hiatus dari gemerlap rasa. Bukankah kini kau sudah bertemu dengan sepi yang menjadi-jadi? Jadi kau bisa bersajak lagi, menumpahkan isi dadamu.

Lalu, sepimu? Apakah membutuhkanku?

Magetan, 2019

Senin, 16 September 2019

Ibu

Ibu, begitu jelas kau di pandanganku
sedekat ini, tapi tak bisa kurengkuh tubuhmu

Aku ingin memelukmu
mendengar suaramu
melihat hari-harimu berderai tawa
atau kita menangis bersama

Segala hal tentangmu, Ibu
abadi di sini
di hatiku

Magetan, September 2019

Sabtu, 14 September 2019

Tangisan Sepi

Pernahkah ia mengeluh, Tuhan? Jika pernah, tolong katakan padaku, apa yang sejatinya ia keluhkan? Apakah tentang aku?

Apa yang ia minta padamu, Tuhan? Tolong, izinkan aku mengetahuinya. Apakah ada aku di setiap pinta doanya?

Ia memang pandai berahasia. Bahkan bibirnya tetap sumringah meski menahan dahaga. Bahkan matanya tetap berbinar, meski semalaman ia memeras air mata.

Aku mendengarnya. Mendengar sesenggukan itu, suara dari hati yang mengalir melalui mata. Isakan sendu itu, Tuhan, apakah waktu itu Kau datang menyekanya?

Kudengar ia selalu terisak saat bertemu dengan-Mu, saat ia mengira bahwa aku sedang memilin impian. Tapi, Kau pasti tahu bukan? Dalam diam, aku terjaga, seluruh indraku waspada, menangkap dengan awas apa saja yang ia lakukan saat keheningan meninggi.

Segalanya tinggal memori. Kenangan tanpa jawaban akan apa yang ia keluhkan dan inginkan.

Magetan, 2019

SEBENTAR LAGI HUJAN TURUN

Sebentar lagi hujan turun, percayalah!

Awan telah mengandung kesedihan
meski kadang mendung datang sebentar-sebentar
tengoklah keluar jendela
hiruplah aroma basah, bukankah itu sudah jadi pertanda?

Langit enggan berdusta, ia mengantar pesan padamu agar kau percaya
sebentar lagi hujan turun
merayakan kesedihan bersamamu disaksikan semesta

Kau dan hujan, akan bertemu pada saat tepat
saat air mata kau jatuh berlarat-larat
saat hujan deras turut membasuh matamu
dan genap sudah segala-gala kesedihan dirayakan

Magetan, 2019

Selasa, 27 Agustus 2019

Sebuah Memori di Pinggir Telaga

Kubiarkan kau menyisir sekeliling telaga
mengikuti jejak tapak kaki kuda, mengunjungi
deretan kios dan penjaja sate kelinci

Sesekali kau bermain gawai
membuka album kenangan bertahun lalu
ternyata telaga ini masih sama
tak jauh berbeda, hanya saja
dulu terik suka mengumpat
sekarang kabut terasa pekat

Mata pedih kau seka
album kenangan itu meninggalkan makna
sebagaimana kau percaya, bahwa
waktu tak pernah tua hanya ingatanmu
yang semakin tajam mengasah logika

Magetan, 2019