Malam tenang,
di kejauhan kau meraih bintang
tampak cahaya digenggam tanganmu
berpendar menggenapi sepi
Aku di sini,
di lipatan waktu paling tinggi
mendekap erat ingatan
agar tak menjauh sampai ke pagi
Sudahkah sampai doaku?
Atau masih tertinggal ketidakrelaan itu?
Tidak....
Aku rela
Aku hanya....
Hanya sedang berduka
merasa hampa setelah kau tiada
Bukankah itu wajar?
Sewajar pagi yang terburu-buru pergi
sebab matahari suka berlari memburu hari
hingga aku tak sadar kau sudah pergi
lebih lama dari ingatanku
Magetan, Agustus 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar