Senin, 31 Mei 2021

Seseorang Itu

Di ruangan hanya ada aku. Meringkuk memeluk lutut, menangis sejadi-jadinya namun masih tanpa suara. Bayangkan bagaimana sesaknya?

Aku tidak bisa bebas berteriak, mengeluarkan suara tangis pun enggan, bahkan untuk menjeritkan perihnya harus terpaksa ditahan.

Tidak ada seorangpun yang mendengar. Cukup aku dan Tuhan. Tidak ada seorangpun yang datang. Sebab pintu kukunci dan menolak siapapun yang coba menenangkan. 

Perihal menenangkan, biarkan menjadi tugas Tuhan. Sebab telah turut kutulis dalam doa-doa panjang. Bagaimana Tuhan akan menenangkan, aku pasrahkan pada-Nya, meski dalam hati terdalam, aku berharap seseorang itulah yang ditakdirkan Tuhan untuk menjadi penenangku, sama seperti sebelum-sebelumnya.

Seseorang itu yang selalu kusebut dalam doa. Tidak pernah absen. Hadir tepat waktu dan terucap penuh rindu.

Andaikan seseorang itu tahu....
Andaikan seseorang itu berada di sampingku....
Andaikan seseorang itu....


Tidak ada komentar: